Humanist Film Law Policy in Indonesia
Abstract
Film law policy in Indonesia has an important role in regulating and developing the film industry which is not only oriented to economic and cultural aspects, but also upholds human values. The humanist approach in film regulation emphasizes the protection of the rights of film workers, freedom of expression, and cultural diversity and moral values in society. This study aims to analyze film law policies in Indonesia with a humanist approach, identify challenges in their implementation, and provide recommendations for more inclusive and beneficial policies. Law Number 33 of 2009 concerning Cinema has accommodated aspects of the protection of workers' rights and freedom of expression, there are still obstacles in its implementation, such as excessive censorship and lack of protection for independent filmmakers. Therefore, more adaptive and participatory policies are needed to ensure that the Indonesian film industry develops sustainably while respecting the principles of human rights. The problem that will be discussed in this study is how is the humanist film law policy in Indonesia. The research method used is a normative research method with a statute approach and a theoretical approach, and analyzed using content analysis.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arief, B. N. (2018). Masalah penegakan hukum dan kebijakan hukum pidana dalam penanggulangan kejahatan. Prenada Media.
Bentham, J. (1999). Political tactics. Clarendon Press.
Fajar, M., & Achmad, Y. (2010). Dualisme penelitian hukum normatif & empiris. Pustaka Pelajar.
Marzuki, P. M. (2011). Penelitian hukum. Kencana Prenada Media Group.
Muhammad, A. (2004). Hukum dan penelitian hukum. Citra Aditya Bakti.
Rahardjo, S. (2003). Sisi-sisi lain dari hukum di Indonesia. Penerbit Buku Kompas.
------------ (2006). Membedah hukum progresif. Penerbit Buku Kompas.
Soetrisno. (1978). Metodologi research. UGM.
Artikel Jurnal:
Andrianto, F. (2020). Kepastian hukum dalam politik hukum di Indonesia. Administrative Law and Governance Journal, 3(1), 114-123.
Antara, M., & Yogantari, M. V. (2018). Keragaman budaya Indonesia sumber inspirasi inovasi industri kreatif. SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi, 1, 11-20.
Ardiyanti, H. (2020). Perfilman Indonesia: Perkembangan dan kebijakan, sebuah telaah dari perspektif industri budaya. Kajian, 22(2), 163-179.
Ariani, R. S., Ticoalu, L. D., & Wahyuni, H. S. (2021). Mengoptimalkan peran Badan Perfilman Indonesia: Analisis aspek hak cipta terhadap praktik siaran video ilegal. Jurnal Kajian Pembaruan Hukum, 1(2), 175-214.
De Graaff, N., & Van Apeldoorn, B. (2021). The transnationalist US foreign-policy elite in exile? A comparative network analysis of the Trump administration. Global Networks, 21(2), 238-264.
Hakim, M. K. S. (2016). Bentuk perlindungan hukum terhadap perfilman di Indonesia. Lex Et Societatis, 4(8), 2-10.
Halim, M. A. A., Amni, S. Z., & Maulana, M. (2023). Legal system in the perspectives of HLA Hart and Lawrence M. Friedman. Peradaban Journal of Law and Society, 2(1), 51-61.
Haryanto, D. (2017). Komodifikasi agama pada media sinema sebagai strategi jualan industri perfilman Indonesia. Journal of Urban Society's Arts, 4(2), 61-70.
Hauzan, M. R., & Haryanto, I. (2023). Perlindungan hukum terhadap film yang di spoiler melalui channel YouTube ditinjau dari Undang-Undang Hak Cipta. National Conference on Law Studies (NCOLS, 5(1)).
Hidayat, D., & Hainadri, H. (2021). Hukum sebagai sarana pembaharuan dalam masyarakat (law as a tool of social engineering). Datin Law Journal, 2(1), 66-75.
Indratmo, T., & Adistya, K. (2022). Tinjauan hukum perlindungan hak cipta film dokumenter dan peluang hak ekonomi insan perfilman dokumenter di Indonesia. Technology and Economics Law Journal, 1(1), 6.
Irawan, R. E. (2014). Representasi perempuan dalam industri sinema. Humaniora, 5(1), 1-8.
Julyano, M., & Sulistyawan, A. Y. (2019). Pemahaman terhadap asas kepastian hukum melalui konstruksi penalaran positivisme hukum. Crepido, 1(1), 13-22.
Komalawati, E. (2017). Industri film Indonesia: Membangun keselarasan ekonomi media film dan kualitas konten. LUGAS Jurnal Komunikasi, 1(1), 1-18.
Kurnia, N. (2006). Lambannya pertumbuhan industri perfilman. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 9(3), 271-296.
Lintang, F. L., & Najicha, F. U. (2022). Nilai-nilai sila persatuan Indonesia dalam keberagaman kebudayaan Indonesia. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 11(1), 79-85.
Marzali, A. (2014). Memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Humaniora, 26(3), 251-265.
Matnuh, H. (2017). Law as a tool of social engineering. 1st International Conference on Social Sciences Education, 32.
Moho, H. (2019). Penegakan hukum di Indonesia menurut aspek kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan. Warta Dharmawangsa, 13(1), 1-12.
Nahak, H. M. I. (2019). Upaya melestarikan budaya Indonesia di era globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 65-76.
Nisa, C. (2018). Perlindungan hukum terhadap pemegang hak cipta atas pembajakan karya perfilman menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Lex Privatum, 6(4), 1-12.
Pound, R. (1910). Law in books and law in action. American Law Review, 44, 12.
Prasodjo, T. (2017). Paradigma humanis dalam pelayanan publik. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik, 7(1), 38-45.
Radbruch, G. (2006). Statutory lawlessness and supra-statutory law (1946). Oxford Journal of Legal Studies, 26(1), 1-11.
Rohman, A. (2018). Inisiasi kebijakan menuju penguatan pendidikan humanis-religius. Foundasia, 9(1), 3-9.
Saptaningrum, L. A. (2023). Penerapan restorative justice terhadap perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum ditinjau dari teori utilitarianisme. Journal Equitable, 8(1), 95-110.
Suyadi, A. (2019). Kedudukan dan kewenangan Komisi Penyiaran Indonesia dengan Lembaga Sensor Film mengenai kepastian hukum bidang perfilman. Rechtsregel: Jurnal Ilmu Hukum, 2(1), 449-464.
Syahid, A., & Tuti, R. W. D. (2021). Paradigma humanis pelayanan publik pada kebijakan larangan mudik 2021 di Pelabuhan Bakauheni Lampung. Journal of Governance and Policy Innovation, 1(2), 120-128.
Thifalia, N., & Susanti, S. (2021). Produksi konten visual dan audiovisual media sosial Lembaga Sensor Film. Jurnal Common, 5(1), 39-55.
Usman, H. (2011). Analisis perkembangan teori hukum pidana. Jurnal Ilmu Hukum Jambi, 2(1), 43258.
Wijiharjono, N. (2012). Aspek hukum dan etika bisnis pada industri perfilman nasional. Jurnal Akuntansi, 2(1), 110-121.
DOI: http://dx.doi.org/10.18415/ijmmu.v12i12.7306
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
https://ijmmu.com
editor@ijmmu.com
facebook.com/ijmmu
Copyright © 2014-2018 IJMMU. All rights reserved.

















