Study on the Importance of Creating a Religious Court in South Tangerang

RR Dewi Anggraeni, Susanto Susanto, Muhamad Iqbal, Ira Purniawati

Abstract


The roots of civil case disputes, especially in the field of marriage, inheritance, wills, and grants, are very complex. Disputes in which there are aspects of civil law which are the domain of general courts and religious courts. The discourse on the establishment of a Religious Court is currently being hotly discussed, especially in the working area of South Tangerang City. Considering that this area is a very strategic area and supports various aspects of economic and social life which is very adequate. Considering that the City of South Tangerang is a developing area of expansion, the large number of immigrants who are generally young, qualified people makes the City of South Tangerang very iconic and the rate of growth is very significant. This research also wants to find answers, how important is the formation of a religious court in the City of South Tangerang considering that the area is a strategic area with various sectors and very adequate human resources. So that the issues raised in this study are all the things that lie behind the importance of establishing the South Tangerang City Religious Court, the efforts made by the South Tangerang City Government to the Supreme Court regarding the proposal to hold a Religious Court in the jurisdiction of South Tangerang City. This research method uses the Sociological approach to law (Socio-legal research) with the Basic Theory (Grand Theory). (Applied Theory) that researcher’s uses in this study are two theories at once. that in the framework of equal distribution of opportunities for justice and improvement of legal services to the community in order to achieve quick, simple and low-cost settlement of cases, it is deemed necessary to establish a Religious Court in South Tangerang. The Tangsel Religious Court is expected to be realized in the 2020s. The South Tangerang government will provide land for the Tangsel Religious Court, while the central government will prepare the budget for its development. The formation of this institution refers to Law Number 51 of 2008 concerning South Tangerang City which requires all agencies to be formed in newly created cities.

Keywords


Formation of Legal Facility; Court; South Tangerang City

Full Text:

PDF

References


Books

Abdul hakim Garuda Nusantara, Politik Hukum Nasional, makalah pada Kerja Latihan Bantuan Hukum, LBH, Surabaya, September 1985.

Abdul Gani Abullah, Catatan Kuliah Politik Hukum (Jakarta: Sekolah Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta), 14 April 2010.

A.Gunawan Setiardja, Dialektika Hukum dan Moral dalam Pembangunan Masyarakat Indonesia, Kanisius, Jogjakarta, 1990.

Ahmad Mujahidin, Pembaharuan Hukum Acara Peradilan Agama, Ghalia Indonesia, Bogor, 2014.

Artidjo Alkosta, (editor) Pembangunan Hukum Nasinal salam Perspektif Kebijakan dalam Identitas Hukum Nasional (Yogyakarta: FH-UII, 1997).

Badan Pusat Statistika Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang Selatan Dalam angka 2022.

F.A.M Stroink dalam Abdul Rasyid Thalib, Wewenang Mahkamah Konstitusi dan Aplikasinya dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia, Citra Aditya Bakti, Bandung, 2006.

Fuad Hassan, Pengertian Kewenangan, Balai Pustaka, Jakarta, 1999 Indroharto, Usaha Memahami Peradilan Tata Usaha Negara, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 2002.

Jaenal Aripin, Peradilan Agama Dalam Bingkai Reformasi Hukum Di Indonesia, Kencana, Jakarta, 2008.

Lili Rasjidi, Hukum Sebagai Suatu Sistem, Mandar Maju, Bandung, 2003.

Lilik Mulyadi, Teori Hukum pembangunan Prof.Dr. Muchtar Kusumaatmadja: Sebuah Kajian Deskriftif Analitis, makalah tanpa tahun .

Mahfud MD, Politik Hukum di Indonesia (Jakarta: Rajawali Press, 2009).

MD, Moh. Mahfud. Politik Hukum di Indonesia. Penerbit PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2014.

Miriam Budiardjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1998.

Mohamad Ilyas Abdullatif , Urgensi Pembentukan Pengadilan Perikanan di Provinsi Gorontalo, Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo, Sulawesi Tenggara, 2021.

Mochtar Kusumaatmadja, Konsep‐konsep Hukum dalam Pembangunan, Alumni, Bandung, 2002.

Muhammad Yamin, Proklamasi dan Konstitusi Republik Indonseia, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1982, hlm. 72.

Mukti Fajar, Yulianto Achmad, 2010, Dualisme Penelitian Hukum Normatif & Empiris, Yogyakarta, Pustaka Pelajar.

Mukti Fajar, Yulianto Achmad, 2007, Dualisme Penelitian Hukum,Yogyakarta, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

O. Notohamidjojo, Makna Negara Hukum, BadanPenerbit Kristen, Jakarta, 1970.

Padmo Wahyono, Guru Pinandita, Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta, 1984.

Padmo Wahyono, Indonesia, Negara Berdasarkan atas Hukum, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1983, Cet. Pertama.

Padmo Wahyono, Menyelidik Proses terbentuknya Perundang-undangan, Forum Keadilan No. 29, Jakarta, 1991.

Peter Mahmud Marzuki, Pengantar Ilmu Hukum Edisi Revisi, Kencana Pranadamedia Groub, Jakarta, cet-ke 6, 2014.

Philipus M. Hadjon, Tentang Wewenang, Yuridika, Volume No.5 & 6, Tahun XII, September-Desember, 1997.

Philipus M.Hadjon, Perlindungan Hukum Bagi Rakyat- Sebuah Studi Tentang Prinsipprinsipnya, Penanganannya Oleh Pengadilan Dalam Lingkungan Peradilan Umum Dan Pembentukan Peradilan Administrasi Negara, Bina Ilmu, Surabaya, 1987.

Poewardarmita, Kamus Umus Bahasa Indonesia, Balai Pustaka Jakarta, 1980.

Prajudi Admosudirjo, Hukum Administrasi Negara, Ghalia Indonesia, cet.9. Jakarta, 1998.

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemmen Pendidikan dan kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi kedua, (Jakarta: balai pustak, 1995).

Ridwan HR, Hukum Administrasi Negara, Edisi Revisi, Rajawali Prees, Jakarta, 2010

Satjipto Raharjo, Ilmu Hukum, Penerbit Citra Aditya Bakti, Bandung, 2000.

Saut Maruli, Tua Manik, Pembentukan Pengadilan Khusus Ekonomi Syariah di Lingkungan Peradilan Agama Dalam Rangka Memperkuat Sistem Hukum Nasional Indonesia, Tesis Universitas Andalas, Sumatra Barat, 2018.

Suwoto Mulyosudarmo, Kekuasaan dan Tanggung Jawab Presiden Republik Indonesia, Suatu Penelitian Segi-Segi Teoritik dan Yuridis Pertanggungjawaban Kekuasaan, Universitas Airlangga, Jakarta, 1990.

Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, (Jakarta : UI Press, 1986).

Salim H.S. dan Erlies Septiana Nurbani, “Penerapan Teori Hukum pada Penelitian Disertasi dan Tesis”, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2015.

Soedarto, dalam Moh. Mahfud MD, Membangun Politik Hukum, Menegakkan Konstitusi, Rajawali Pers, Jakarta, 2011.

Soerjano Soekanto dan Sri Mamudji, 2011, “ Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat”, cetakan ke-13, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, (Jakarta : UI Press, 1986 Subekti, Kamus Hukum, Pradnya Paramita, Jakarta, 1978.

Suwoto Mulyosudarmo, Kekuasaan dan Tanggung Jawab Presiden Republik Indonesia, Suatu Penelitian Segi-Segi Teoritik dan Yuridis Pertanggungjawaban Kekuasaan, Universitas Airlangga, Jakarta, 1990.

T. Wijayanta, Urgensi Pembentukan Pengadilan Niaga Baru, Mimbar Hukum-Fakultas Hukum Universitas Gadjah, Yogyakarta, 2010.

Legislation

Law Number 3 of 2006 concerning Amendments to Law Number 7 of 1989 concerning Religious Courts.

Law Number 50 of 2009 concerning Religious Courts.

Law Number 48 of 2009 concerning Judicial Powers.

Republic of Indonesia, Law Number 14 of 1985 concerning the Supreme Court.

Law number 14 of 1970 concerning Basic Provisions of Judicial Power

Decree of the President of the Republic of Indonesia Number 145 of 1998.

Journal

Ateng Syafrudin, “Menuju Penyelenggaraan Pemerintahan Negara yang Bersih dan Bertanggungjawab”, Jurnal Pro Justisia Edisi IV, Universitas Parahyangan, Bandung, 2000.

Endah Sulastri, Teguh Triesna Dewa, Urgensi Pembentukan Peradilan Khusus Agraria, Jurnal Cita Hukum Vol II No.2, Fakultas Hukum UIN Jakarta, Tangerang Selatan, 2015

Iwan Rois, Ratna Herawati, Urgensi Pembentukan Peradilan Khusus Pemilu Dalam Rangka Mewujudkan Integritas Pemilu, Jurnal Magister Hukum Udayana, Magister Ilmu Hukum Universitas Diponegoro, Semarang, 2018.

Jimly Asshiddiqie, Cita Negara Hukum Indonesia Kontemporer, Papper. Sarjana Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang, 23 Maret 2004 dalam Simbur Cahaya No. 25 Tahun IX Mei 2004 ISSN No. 14110-0614

M. Zulfa Aulia, “Hukum Pembangunan dari Mochtar Kusuma-atmadja : Mengarahkan Pembangunan atau Mengabdi pada Pembangunan?,” Jurnal Hukum 1, no. 2 (2018): 363-392

Saut Maruli, Tua Manik, Pembentukan Pengadilan Khusus Ekonomi Syariah di Lingkungan Peradilan Agama Dalam Rangka Memperkuat Sistem Hukum Nasional Indonesia, Tesis Universitas Andalas, Sumatra Barat, 2018

Tata Wijayanta, Urgensi Pembentukan Pengadilan Niaga Baru. Jurnal Mimbar Hukum Vol.22 No.2, Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 2020.




DOI: http://dx.doi.org/10.18415/ijmmu.v10i1.4418

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding (IJMMU) ISSN 2364-5369
https://ijmmu.com
editor@ijmmu.com
dx.doi.org/10.18415/ijmmu
facebook.com/ijmmu
Copyright © 2014-2018 IJMMU. All rights reserved.